Ngentakrejo – Pemerintah Kalurahan Ngentakrejo bersama tenaga kesehatan dari Puskesmas Lendah II menyelenggarakan kegiatan Kelas Ibu Hamil sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesiapan ibu hamil dalam menghadapi masa kehamilan hingga persalinan pada Senin pagi (27/07/2026). Kegiatan ini diikuti oleh ibu hamil dari berbagai padukuhan di Kalurahan Ngentakrejo.
Dalam kegiatan tersebut, narasumber dari Puskesmas Lendah II, Nunung Sugiyarti, S. Tr. Keb. menyampaikan materi tentang kehamilan beresiko dan Rubiyati, A. Md. Menyampaikan tentang komplikasi persalinan. Materi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada para ibu hamil tentang tanda-tanda bahaya selama kehamilan dan persalinan, sehingga dapat segera memperoleh penanganan medis apabila terjadi kondisi darurat. Selain itu, peserta juga diberikan edukasi mengenai pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin serta persiapan menuju persalinan yang aman.
“Kehamilan Beresiko ini kami sampaikan bukan untuk menakut-nakuti, akan tetapi lebih kepada untuk antisipasi, Pencegahan dan penanganan. Karena di Ngentakrejo kemarin ada kasus kematian bayi, khususnya di Padukuhan Kasihan I”, jelas Nunung Sugiyarti, S. Tr. Keb..
Lurah Ngentakrejo, Sumardi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh ibu hamil yang telah mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, Kelas Ibu Hamil merupakan salah satu bentuk ikhtiar bersama dalam mewujudkan ibu yang sehat dan melahirkan generasi yang berkualitas.
.jpg)
"Terima kasih kepada seluruh ibu hamil yang telah hadir dan mengikuti Kelas Ibu Hamil. Semoga ilmu yang diperoleh hari ini dapat menjadi bekal dalam menjaga kesehatan selama kehamilan hingga proses persalinan nanti," ujar Sumardi.
Pada kesempatan tersebut, Lurah Sumardi juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya pasangan yang telah menikah namun belum memperbarui status perkawinan pada dokumen administrasi kependudukan, agar segera melakukan pembaruan data.
Beliau menjelaskan bahwa administrasi kependudukan yang lengkap dan mutakhir akan mempermudah proses pelayanan setelah bayi lahir, seperti pengurusan Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran, maupun Kartu Identitas Anak (KIA).
"Bagi ibu sekalian yang merupakan pernikahan baru tetapi status pada KTP maupun Kartu Keluarga belum diperbarui, kami mengimbau agar segera mengurus perubahan data tersebut. Dengan administrasi kependudukan yang sudah sesuai, proses penerbitan dokumen kependudukan bagi bayi yang baru lahir nantinya akan menjadi lebih mudah, cepat, dan tertib," tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kalurahan Ngentakrejo berharap para ibu hamil semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan selama masa kehamilan, mengenali risiko komplikasi sejak dini, serta mempersiapkan persalinan dengan baik. Di sisi lain, kesadaran masyarakat untuk tertib administrasi kependudukan juga diharapkan terus meningkat sehingga pelayanan publik dapat berjalan lebih optimal.